Hello Tremans!

Menanggapi cerita dari Komandan Sidharta, tentang pembantaian pepohonan di daerah Desa Subaya, Kintamani - dan Omelan sodara Barry tentang konservasi flora dan fauna *penyunya ntaran yah bro, satu-satu dulu*
Menurut komandan, kerusakan dan resiko longsor di daerah sana mulai terlihat jelas dengan semakin luasnya daerah yang gundul - terbukti waktu event terakhir ke air terjun tempo hari, nyaris sepanjang trek yg dilalui kita bisa liat lokasi-lokasi yang tidak lagi asri dan hijau.

Bukan latah bukan gimana, ide dan planning ini jauh hari sebelum confrence heboh global warming di nusa dua diadakan. Sempet mau dilaksanakan saat camping di danau Buyan kemarin dengan lokasi penanaman di daerah Buyan - Tamblingan, tapi ternyata cuaca yg kering dan ga pernah ada turun hujan kurang mendukung - daripada capek2 nanem terus bibitnya tewas dibakar matahari, akhirnya camping cm diisi dengan senang-senang plus trekking.


Rencana awal, penanaman bibit tanaman umur panjang berbatang keras, berbulu lebat…*hehehe*, berdaun lebat atau lebar maksude, ato spek lain pohon yang cocok buat reboisasi. Kemiri, Sengon, Mahoni, dll…
Kedua, penyuluhan kepada warga desa tentang konservasi ato bahasa mudahnya pelestarian alam (flora atau fauna) - secara itu semua untuk masa depan mereka juga. Kalo yg ini mungkin ada temen-temen yg bisa gusur orang yg berwenang, ato berkompeten dalam cuap-cuap tentang penyuluhan dll.

Wokeh, i don’t like to speak too much but nothing inside for real…
Ingat dan mohon di-notice, ajakan ini ga ada kaitannya dengan hajatan UNCCC di Nusa Dua - ini lebih kepada kepedulian lingkungan *cieh*. At least, kita mulai dari lingkungan kita sendiri…tempat kita bermain, makan, e’ek dan segalanya (jamrud)… hehe

Info jadwal rakornas menyusul….
Regards,

Bali Outbound Community

posted also in: bali outbound community