
Udah capek, ngantuk, males nulis banyak-banyak….
Cuma pengen ngomentarin tentang pengkajian ulang peraturan daerah mengenai tinggi bangunan yang diperbolehkan di Bali - Perda No. 4 tahun 1974. Intinya sempet baca di salah satu media kalo akan diadakan pengkajian perda itu tentang tinggi bangunan yang diijinkan di Bali sampai saat ini (15m atau setinggi puun kelapa). Pengkajian ulang, saya mencium bau-bau rencana busuk untuk perubahan dari perda tersebut. Hehehe… Adanya kemungkinan untuk memperbolehkan pembangunan gedung-gedung tinggi sangatlah ada, jika rencana pengkajian ini diujudkan.
Katanya sih itu untuk mengatasi pengalihan lahan pertanian/lahan hijau menjadi daerah pemukiman dan bisnis yang akhir-akhir ini sering terjadi. Pastinya banyak yg perlu dipertimbangkan dong yah mengingat pemerintah Bali sendiri selama ini jejeritan tentang “ajeg bali”… Lha sekarang kok peraturan yang menurut saya adalah salah satu penopang ke-ajeg-an Bali malah mau dirubah. Read the rest of this entry »
Duel goblog….
Akasia, akhir Oktober 2007
“woy, engken ci?!!”
Seorang pemuda berkulit gelap, kekar, bermuka garang, merapatkan motornya ke motorku. Sambil melotot dia mengacung-acungkan tinjunya. Temannya (Pemuda II) yang duduk di boncengan ikut-ikutan jejeritan ga jelas, yang ini badannya lebih gede dari yang bawa motor (Pemuda I).
Lho, ini udah yang ketiga ya? Kemana aku waktu yang kedua dan yang pertama? Wah, kayanya waktu itu lagi asik ngubek-ngubek ga keruan di ruangan sempitku. Hehe…
Awalnya dapet undangan dari Anton via milis balibloggercommunity. Pikir pikir, why not?
Minggu sore 11 November, waktu itu Denpasar dipayungi mendung yang lumayan gelap.
Bareng sama temen-temen langsung meluncur ke lokasi di Desa Dusun, Jl. Noja Ayung - Denpasar. Sempet bablas beberapa meter di Jl. Oongan gara-garanya ngga bawa contekan petunjuk lokasi yang pernah diposting di blog Bale Bengong. Waw… W.A.W!! Tempatnya ternyata keren banget, adanya di tepian sungai (sungai apa namanya gw ga tau, lupa nanya). Ternyata di sana udah berkumpul beberapa anggota milis, langsung aja senyum sana senyum sini, salam sana salam sini…sampe akhirnya kita dapet kursi di pojokan karena sebagian kursi udah dipake orang-orang.
Just another ordinary day, pulang kerja…bawa minuman terus nongkrong di tower aer ngeliatin sunset di barat sana. Dan lamunan menari dibawa kepulan asap rokok…..
Sayang fotonya jelek, iseng-iseng jepret pake kamera di handphone - hyek - ternyata kualitasnya ga bagus-bagus amat. Yah, yang pasti sore itu di barat sana senja lebih bagus dari yang keliatan di foto ini. Gak percaya? Sini nae maen-maen ke rumah terus kita nongkrong bareng-bareng
Dari pagi hari itu gerah banget, super duper gerah… Kalo diinget-inget, udah lama di Denpasar gak turun hujan. Musim hujan seperti sebuah kenangan, seperti kesan yang aku tangkep waktu Mamah, Pacul, dan beberapa sodara asik ngobrol ngalor ngidul di rumah selepas makan malem termasuk topik hujan yang jadi bahan obrolan mereka - salah satu ucapan si Mamah yang aku tangkep waktu itu, “…dulu mah kalo ujan - bruesss… langsung atap rumah pada bocor, lari ke loteng angkatin jemuran…bla…bla…bla…”. Dzieng!! Langsung terlintas di kepala, kok kalimat barusan seperti kalimat dari seseorang yang sedang bernostalgia ya?! Ow man…apa hujan sekarang cuma tinggal kenangan?
Hello Tremans!
Menanggapi cerita dari Komandan Sidharta, tentang pembantaian pepohonan di daerah Desa Subaya, Kintamani - dan Omelan sodara Barry tentang konservasi flora dan fauna *penyunya ntaran yah bro, satu-satu dulu*
Menurut komandan, kerusakan dan resiko longsor di daerah sana mulai terlihat jelas dengan semakin luasnya daerah yang gundul - terbukti waktu event terakhir ke air terjun tempo hari, nyaris sepanjang trek yg dilalui kita bisa liat lokasi-lokasi yang tidak lagi asri dan hijau.
Bukan latah bukan gimana, ide dan planning ini jauh hari sebelum confrence heboh global warming di nusa dua diadakan. Sempet mau dilaksanakan saat camping di danau Buyan kemarin dengan lokasi penanaman di daerah Buyan - Tamblingan, tapi ternyata cuaca yg kering dan ga pernah ada turun hujan kurang mendukung - daripada capek2 nanem terus bibitnya tewas dibakar matahari, akhirnya camping cm diisi dengan senang-senang plus trekking.