Devil May CryPenting ya? Oh iyaaaaaaa….puenting banget loh. Gak percaya? Silahkan merasakan yang namanya kerja rodi kalo kamu ngerjain sebuah project tanpa kontrak. Kok bisa?

Dulu, awal-awal kerja ngedasain website diawali sama hobi - seneng banget rasanya bisa dapet orderan buat ngedesain website, bikin animasi flash, dll. Client minta ini, aku turutin. Client minta itu aku turutin (revisi). Enjoy aja rasanya (sebenernya sih di-enjoy2in), maklum orderan masih se-iprit, secara juga saya waktu itu masih beginner. Euphoria seorang pemula, disiksa sama client gimana juga tetep seneng. Gue udah jadi seorang desainer website gitu loh….

Tapi apa yang terjadi? Kebebasan yang aku berikan ternyata malah jadi bumerang (bahasanya - cuih). Saat project bertambah jumlahnya, seringnya revisi desain/content malah jadi terasa merepotkan. Waktu jadi terasa kian sempit soalnya project-project udah mulai minta merongrong diselesaikan. Nah, kapan project itu bakal selesai kalau kita nggak membatasi ruang lingkup kerja kita?

Sama dengan Henz di Bali Orange, setelah diskusi dan dapet masukan dari seorang temen yang kerja di desain grafis - akhirnya kita memutuskan untuk mencantumkan batas revisi yang dituangkan dalam sebuah surat kontrak kerja/project dan point-point perjanjian lainnya antara kita web developer dan client. Intinya perjanjian point jatah revisi dan kerjaan antara kita dan client adalah untuk membatasi ruang lingkup kerja kita sesuai dengan perjanjian awal, mengurangi waktu dan tenaga, dan efisiensi kerja. Ada yang mo nambahin? Ato ada yang masih mau kerja rodi? Hehehe….

Terus apa hubungannya gambar Devil May Cry sama omongan di atas? Yah….menurutku iblis pun bisa nangis bombay kalo disuruh kerja rodi (maksaaaaaaaaaa) :P