Persiapan
Sabtu 9 Februari 2007 meluncur ke Desa Subaya di Kintamani bareng team perjuangan Berry, Ivant, Ricko, Mas Sidhar sama Onon untuk ngambil bibit Ampupu di Bukit Mentik deket kaldera Gunung Batur. Dibantu Mas Ipung, aku sama temen-temen jemput bibit Ampupu yang udah disiapin sama Pak Ketut Suastawan (petugas Departemen Kehutanan Kintamani) yang ramah dan ikhlas membantu kami.

Abis jemput bibit, kita sempet mampir di rumah dinas Pak Ketut yang memprihatinkan. Sejak dibangun tahun 53 bangunan ini reyot dan rusak di sana-sini tanpa ada perhatian dari pemerintah pusat, begitu juga untuk sarana dan prasarana Pak Ketut dalam menjalankan tugasnya. Cerita tentang seorang petugas hutan itu ada di sini.

Sabtu 16 Februari 2007, pasukan turbo siap meluncur ke TKP. Pasukan turbo ijo; Viar, Berry, Komandan Sidhar, Rico, Ivant, Onon, Hendra, Yanuar, Andri, Wahyu, Azis, Pondal, Denay, Giri, Uci, Ia, Ratna, Trisna, Ulla, Arie, Wiwit, Yuli, dan Maria. Keberangkatan dibagi jadi tiga. Keberangkatan menuju desa Subaya dibagi jadi tiga, kloter I Hendra, Ivant, dan Giri menjemput bibit kedua (Trembesi/Suar sumbangan dari BKSDA) ke Grogak terlebih dahulu. Yang kemudian disusul kloter II dan kloter III.

Eksekusi
Tanggal 17 February, agenda penanaman bibit Ampupu dan Trembesi langsung dieksekusi dengan semangat oleh team BOC dibantu dengan beberapa warga dan aparat desa. Prosesi penanaman berjalan lancar dan menyenangkan, canda tawa khas anak-anak BOC setia menyemangati seperti biasanya. Makin seru dengan hadirnya dua partisipan asik dari Bali Blogger Community; Yanuar dan Arie. Thanks udah join, Next Trip?!

Misi
Sebenernya kita ga mau muluk-muluk dengan event ini. Apa sih yang bisa disumbangkan dari bibit yang cuma secuil dibandingkan dengan tingkat pencemaran yang udah merusak ekologi dan menimbulkan global warming?

Dengan event ini kami mengharapkan setidaknya kegiatan ini bisa menumbuhkan “kehijauan” hati dari setiap anggota, itu saja dulu. Jika penanaman ini menjadi suatu sumbangsih terhadap keadaan kritis di lokasi dan bagi alam sungguh ini menjadi suatu kebanggaan untuk kami semua.

Semoga ini bukan hal yang jadi terbalik, memberi lalu mengharapkan timbal balik dari apa yang sudah kita berikan. Timbal balik dari alam sudah kita nikmati sejak kita lahir bahkan sebelum kita sanggup mengucap kata. Tidak perlu meminta balasan atau pamrih karena saat kamu membaca blog ini pun alam sudah memberimu segala nikmatnya tanpa kamu minta.

Thanks to Bali Outbound Community, Departemen Kehutanan Kintamani, dan Bali Orange Communications, dan Tuhan Semesta Alam